Seorang pengguna X dengan nama akun @B*******e pada Rabu (10/9/2025) menulis, “Noted: kalau membangun sekolah atau gedung pemerintahan, untuk atap jangan memakai baja ringan karena rentan ambruk. Ketahanan baja ringan enggak kuat sampai 10 tahun, apalagi beberapa tahun ini angin sangat kencang di beberapa daerah”.
Lantas, benarkah baja ringan hanya berumur 10 tahun dan harus segera diganti setelah itu?
Arsitek: bisa lebih dari 10 tahun jika dikerjakan dengan benar
Arsitek Ariko Andikabina menegaskan, klaim baja ringan hanya bertahan 10 tahun tidak sepenuhnya benar.
“Umur baja ringan bisa cukup lama apabila pemilihan jenis dan perawatannya dilakukan dengan baik,” terangnya, saat dimintai informasi Kompas.com, Kamis (6/11/2025).
Menurut Ariko, istilah “baja ringan” bersifat generik karena terdiri atas beberapa jenis material dengan komposisi berbeda.
“Baja ringan ada yang mengandung lebih banyak seng, ada juga yang campurannya lebih dominan aluminium,” katanya.
Perbedaan komposisi tersebut berpengaruh terhadap daya tahan terhadap karat, terutama di wilayah lembap atau dekat pantai.
“Untuk daerah dengan potensi korosi tinggi, sebaiknya gunakan baja ringan dengan campuran aluminium lebih banyak,” ujar dia.
Komposisi aluminium yang lebih tinggi berfungsi mengurangi risiko karat atau korosi.
Kesalahan desain dan beban berlebih bisa perpendek usia
Ariko menambahkan, umur baja ringan yang pendek sering kali disebabkan oleh kesalahan dalam pemilihan jenis serta perhitungan beban.
“Baja ringan tidak bisa sembarangan dipasang karena setiap beban harus dihitung. Misalnya tangki air atau pemanas di atap perlu dikonsultasikan ke ahli struktur,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan beban terpusat pada atap.
“Penggunaan konstruksi baja ringan harus lebih seksama karena tidak bisa sembarangan meletakkan elemen bangunan yang menjadi beban terpusat, misalnya kipas angin gantung,” ujar Ariko.
Jika perhitungan beban dan sambungan dilakukan dengan benar, umur baja ringan bisa jauh lebih panjang.
Bisa bertahan lebih dari 20 tahun
Hal senada disampaikan oleh Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ashar Saputra.
“Baja ringan kalau dirancang dan dikerjakan dengan baik, usianya bisa lebih dari 20 tahun,” ujar Ashar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan, perawatan rutin dan pemilihan material sesuai standar menjadi kunci agar struktur baja ringan tetap kokoh dalam jangka panjang.
Bagi Anda yang menginginkan informasi tentang rekomendasi baja ringan terbaik dengan harga yang kompetitif serta perhitungan kebutuhan baja ringan yang optimal, silakan menghubungi konsultan Quantity Surveyor (QS), seperti PT Arthareka Graha Sarana.