Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selanjutnya disebut Bank perlu memiliki sebuah Gedung Kantor sebagai landmark yang mampu menjadi icon dan corporate image Bank pada kota-kota besar di Indonesia untuk menunjang kegiatan bisnis dan mencerminkan corporate image Bank Mandiri di Indonesia.
Salah satu kota besar di Indonesia yang dapat memenuhi kriteria dimaksud adalah kota yang memiliki pertumbuhan bisnis dan prospek bisnis yang baik serta transaksi keuangan yang tinggi adalah kota Samarinda. Untuk itu Bank Mandiri berencana membangun Proyek Gedung Kantor Area Samarinda di atas tanah seluas 2.057 m².
Proyek tersebut didesain oleh konsultan arsitek PT Guci Tirta Desain, konsultan struktur PT Atelier Enam Struktur, konsultan ME PT Mitra Bahana Engineering, konsultan QS PT Arthareka, dan konsultan MK PT Dacrea Engineering & Consultants.
Awalnya proses tender dilaksanakan secara tradisional yaitu tender terbuka dengan sistem Desain-Tender-Bangun (Design-Bid-Build) untuk memilih satu kontraktor yang akan mengerjakan seluruh pekerjaan mulai dari struktur, arsitektur, dan ME. Dikarenakan saat itu ada perubahan sistem pengadaan jasa konstruksi dari Bank Mandiri maka proses tender akan dilakukan ulang dengan sistem Design and Build. Dengan perubahan ini maka dilakukan pengkajian ulang terhadap desain.