x

Apa itu Quantity Surveyor? Tugas, Fungsi, dan Perannya di Proyek

Apa Itu Quantity Surveyor?

Secara sederhana, quantity surveyor adalah seorang profesional yang bertanggung jawab dalam mengelola aspek biaya, kontrak, dan estimasi pada proyek konstruksi. Mereka mengawasi bagaimana dana proyek digunakan, membuat perhitungan biaya, hingga meminimalisir risiko pemborosan.

Menurut Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), quantity surveyor memiliki peran inti dalam menyeimbangkan kualitas bangunan dengan efisiensi biaya【sumber otoritatif: rics.org】.

Dengan kata lain, jika arsitek merancang bangunan agar indah dan fungsional, maka quantity surveyor memastikan bangunan tersebut bisa terwujud tanpa melampaui anggaran.

Tugas Utama Quantity Surveyor

Seorang QS tidak hanya berurusan dengan angka, melainkan juga strategi. Berikut adalah tugas-tugas utama quantity surveyor:

  • Membuat estimasi biaya awal proyek
  • Menyusun dokumen tender dan kontrak
  • Menghitung volume pekerjaan (bill of quantities)
  • Mengontrol biaya sepanjang proyek berlangsung
  • Menyusun laporan progres finansial
  • Menangani klaim biaya dan perselisihan kontrak
  • Melakukan audit biaya akhir setelah proyek selesai

Tugas-tugas ini menjadikan quantity surveyor sebagai salah satu posisi kunci dalam tim proyek konstruksi.

Fungsi Quantity Surveyor dalam Proyek

Fungsi QS dapat dibagi menjadi beberapa aspek utama:

  1. Perencanaan Anggaran
    QS membuat estimasi detail agar pemilik proyek mengetahui kebutuhan biaya yang realistis.
  2. Kontrol dan Monitoring
    Memastikan biaya tidak membengkak serta memberikan laporan finansial secara berkala.
  3. Kepatuhan Kontrak
    Mengatur dokumen kontrak antara pemilik proyek dengan kontraktor agar tidak terjadi perselisihan.
  4. Efisiensi Biaya
    Memberikan saran alternatif material atau metode yang lebih hemat biaya tanpa mengorbankan kualitas.
  5. Pengawasan Akhir
    Setelah proyek selesai, QS melakukan perhitungan akhir (final account) untuk memastikan semua biaya tercatat transparan.

Perbandingan Quantity Surveyor dengan Profesi Lain

Agar lebih mudah dipahami, berikut tabel perbedaan quantity surveyor dengan profesi konstruksi lain:

Aspek Quantity Surveyor (QS) Arsitek Insinyur Sipil
Fokus utama Biaya & kontrak proyek Desain dan estetika bangunan Struktur, teknis, dan keamanan
Tanggung jawab Estimasi, kontrol, laporan biaya Gambar, rancangan, konsep Perhitungan struktur, material
Waktu keterlibatan Dari awal hingga akhir proyek Tahap perencanaan & desain Tahap desain teknis & pembangunan
Tujuan Efisiensi & transparansi biaya Keindahan & fungsi bangunan Kekuatan & ketahanan bangunan

Peran Quantity Surveyor dalam Siklus Proyek

Siklus proyek konstruksi umumnya melalui empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyelesaian.

  • Pada tahap perencanaan, QS menyusun estimasi biaya dan RAB (Rencana Anggaran Biaya).
  • Pada tahap pelaksanaan, QS memastikan kontrak berjalan sesuai kesepakatan dan memonitor progres.
  • Pada tahap pengawasan, QS melaporkan kondisi finansial kepada pemilik proyek.
  • Pada tahap penyelesaian, QS menghitung total biaya dan memastikan semua transaksi sah.

 

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Quantity Surveyor

Seorang QS yang andal perlu memiliki kombinasi keterampilan teknis, analitis, dan komunikasi. Beberapa di antaranya:

  • Kemampuan Matematika & Analisis: untuk menghitung volume pekerjaan dan biaya.
  • Pengetahuan Kontrak & Hukum Konstruksi: agar dapat menyiapkan dokumen legal dengan benar.
  • Manajemen Proyek: bisa bekerja sama dengan arsitek, insinyur, dan kontraktor.
  • Komunikasi & Negosiasi: penting saat berhubungan dengan berbagai pihak.
  • Pemahaman Teknologi: penggunaan perangkat lunak estimasi biaya dan BIM (Building Information Modeling).

 

Teknologi yang Membantu Pekerjaan Quantity Surveyor

Seiring perkembangan zaman, quantity surveyor juga memanfaatkan teknologi modern. Misalnya:

  • Total Station: alat ukur presisi tinggi untuk menghitung jarak dan sudut. Anda bisa melihat produk seperti total station sokkia im 52 yang populer di kalangan surveyor profesional.
  • Software GIS: seperti CostX, Candy, atau Excel khusus QS.
  • BIM (Building Information Modeling): membantu integrasi desain dengan estimasi biaya secara real-time.

 

Mengapa Quantity Surveyor Krusial untuk Keberhasilan Proyek?

Tanpa quantity surveyor, proyek bisa saja mengalami pembengkakan biaya hingga ratusan juta rupiah. Dalam sebuah studi oleh Construction Industry Institute, manajemen biaya yang buruk dapat meningkatkan biaya proyek hingga 20% lebih tinggi dari anggaran awal.

Quantity surveyor tidak hanya menghemat dana, tetapi juga memastikan keadilan antara pemilik proyek dan kontraktor.

Contoh Nyata Peran Quantity Surveyor

Bayangkan sebuah proyek pembangunan gedung 10 lantai dengan anggaran Rp100 miliar. Tanpa QS, pemilik proyek bisa saja kesulitan memantau biaya yang keluar. Namun dengan QS:

  • RAB jelas sejak awal
  • Biaya terkontrol
  • Tidak ada pembayaran ganda
  • Transparansi tercipta antara kontraktor dan pemilik proyek

Inilah alasan mengapa profesi ini dianggap tulang punggung dalam manajemen proyek.

Bagaimana Menjadi Seorang Quantity Surveyor?

Untuk berkarier sebagai QS, biasanya diperlukan:

  1. Pendidikan S1 di bidang Teknik Sipil atau Manajemen Konstruksi
  2. Sertifikasi profesional (misalnya dari RICS atau lembaga lokal)
  3. Pengalaman kerja lapangan di proyek konstruksi
  4. Kemampuan menggunakan perangkat lunak estimasi dan survey

 

Kapan Perlu Menggunakan Jasa Quantity Surveyor?

Jasa QS diperlukan ketika:

  • Proyek skala besar dengan anggaran besar
  • Pemilik proyek ingin transparansi biaya
  • Ada risiko perselisihan kontrak
  • Proyek membutuhkan kontrol ketat atas material dan biaya

 

Hubungan Quantity Surveyor dengan Surveyor Lapangan

Meskipun berbeda, quantity surveyor sering bekerja sama dengan surveyor lapangan. Surveyor lapangan menggunakan peralatan canggih seperti rental sewa total station untuk mengukur lahan. Hasil data mereka digunakan oleh QS untuk menghitung volume pekerjaan dan biaya.

Kesimpulan

Apa itu quantity surveyor? Ia adalah pengendali biaya proyek, pengatur kontrak, sekaligus “penjaga keuangan” yang memastikan proyek berjalan efisien, transparan, dan sesuai anggaran. Dengan kehadiran QS, pemilik proyek bisa tidur nyenyak tanpa khawatir biaya membengkak.
Di era modern, peran quantity surveyor semakin vital karena kompleksitas proyek terus meningkat. Tanpa mereka, risiko pemborosan dan konflik kontrak akan jauh lebih besar.

FAQ

Apa itu quantity surveyor dalam proyek konstruksi?

Quantity surveyor adalah profesional yang bertugas mengelola biaya, kontrak, dan estimasi dalam proyek konstruksi agar proyek berjalan efisien dan sesuai anggaran.

Apa saja tugas utama quantity surveyor?

Tugas utamanya meliputi estimasi biaya, penyusunan kontrak, kontrol biaya, laporan keuangan proyek, dan penyusunan final account setelah proyek selesai.

Apa perbedaan quantity surveyor dengan arsitek?

Arsitek fokus pada desain dan estetika, sementara quantity surveyor fokus pada biaya dan kontrak proyek.

Apa saja keterampilan yang wajib dimiliki seorang quantity surveyor?

Keterampilan yang dibutuhkan antara lain matematika, manajemen proyek, hukum kontrak, komunikasi, dan penguasaan software estimasi.

Apakah quantity surveyor hanya dibutuhkan pada proyek besar?

Tidak. QS juga bisa dibutuhkan pada proyek skala menengah untuk memastikan biaya tetap efisien dan transparan

sumber: dinargeo.co.id

Add a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share :